Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Labels

Rabu, 25 Januari 2012

Kaktus Mini

DEWASA  ini kaktus diburu banyak orang, karena menarik sebagai tanaman hias. Dan bagi mereka yang sibuk, kaktus tidak perlu perawatan khusus, menanamnya tidak repot, dan sangat mudah tumbuh bahkan saat kemarau yang sangat kering sekalipun.

Kaktus cenderung terkenal di belahan bumi bagian barat. Tanaman ini berasal dari kata Yunani kaktos. Artinya, tanaman berduri. Adalah Linneaus, ahli botani yang membuat klasifikasi tanaman, yang memasukkan kaktus ke dalam kelompok tumbuhan berduri atau Cactaceae.

Kaktus biasa ditemukan di daerah-daerah kering (gurun). Ada lebih dari 2.000 jenis kaktus di belahan bumi.

Mereka bisa tumbuh subur di lahan tandus dan kekurangan air. Inilah hal unik dari kaktus. Sebenarnya, kaktus memiliki daun. Namun, daun tersebut berubah menjadi bentuk duri, sehingga dapat mengurangi penguapan air lewat daun. Makin lebar permukaan daun suatu tanaman, maka makin banyak jumlah air yang menguap setiap saat.

Bila merujuk pada sejarah, kaktus telah tumbuh sekitar 100 juta tahun lalu. Dulu kaktus punya bentuk tubuh yang tinggi. Lalu sekitar 60 juta tahun kemudian, kaktus dinyatakan punah. Ini terjadi akibat letusan gunung berapi yang ikut menenggelamkan benua Amerika, yang notabene tempatnya bertumbuh.

Usai kegiatan vulkanik gunung berapi itu berhenti, kaktus kembali tumbuh. Namun kaktus generasi îanyarî ini tumbuh dengan bentuk yang lebih pendek dari moyangnya. Kaktus bentuk pendek itulah yang sering kita jumpai pada masa kini.

Tumbuh Subur

Umumnya, kaktus datang dari dataran tandus seperti Amerika Selatan dan Meksiko. Daerah-daerah itu punya curah hujan rendah dengan frekuensi yang tak tentu. Perubahan suhu yang ada pun sangat ekstrem.

Ada juga pendapat yang mengatakan, bahwa kaktus itu berasal dari Amerika Tengah dan Selatan, Kanada Utara sampai ke Kepulauan Galapagos, di Pasifik dan Kepulauan tropis di India Timur serta Karibia.

Namun, bukan berarti tanaman ini tidak bisa hidup di daerah timur. Di Indonesia, tanaman ini bahkan bisa tumbuh subur. Kaktus saat ini menjadi salah satu alternatif untuk dijadikan tanaman hias. Budidaya miniaturnya juga banyak dipilih pencinta tanaman untuk diaplikasikan di dalam rumah.

Cara mengembangbiakkannya pun cukup mudah. Kaktus bisa dikembang-biakkan dengan berbagai cara. Sebagian orang meperbanyak dengan biji. Walaupun sedikit rumit, cara ini masih tetap dilakukan.

Pertama biji kaktus harus dikeringkan, direndam dalam air hangat baru disebar dalam media semai yang biasanya berupa pasir halus, batu bata tumbuk dan tanah kompos. Setelah kaktus berumur setahun dan mempunyai panjang 4-5 cm, kaktus sudah bisa dipindahkan ke media tanam.

Cara paling mudah biasanya dengan setek batang. Jika dilakukan dengan cara benar, setek paling rendah risiko kegagalannya. Pilih batang kaktus yang tidak terlalu tua atau muda. Potong dengan pisau tajam sepanjang 6 cm. Biarkan 7 - 10 hari di tempat yang sejuk agar luka mengering.

Proses berikutnya, tinggal menanam di media tanam. Perlu diperhatikan, untuk jenis kaktus bulat atau beruas, pemotongan sebaiknya dilakukan tepat pada bagian ruasnya. Bekas potongan pada tanaman induk biasanya akan tumbuh tunas baru yang siap menjadi bibit setek baru.

Sedangkan untuk perawatannya, menanam dan merawat kaktus perlu ketelatenan karena tanaman ini sangat rentan terhadap penyakit. Umumnya kaktus menyukai media yang porus (tidak mengikat air).

Gunakan pasir halus, pupuk kandang, tepung tulang dan sekam dengan perbandingan 20:40:10:30. Setelah diaduk rata, media ini dikukus atau di sangrai agar mikroorganisme pembusuk mati. Batang kaktus dilapisi jaringan lilin yang dapat mengurangi penguapan, kondisi ini menjadikan kaktus mampu menyimpan air dan tahan kekeringan.

Meski begitu, tanaman tersebut tetap perlu air untuk bertahan hidup. Penyiraman sebaiknya dilakukan 3 minggu sekali atau 1 bulan sekali.  Jangan lupa raba media tanam, jika sudah kering berarti kaktus harus disiram.

Perlu diingat, air harus ber-pH normal, tidak mengandung garam atau asam yang dapat menyebabkan kebusukan.

Mandi Cahaya

Kaktus sangat suka bermandi cahaya matahari langsung, jika menaruh kaktus di dalam rumah, keluarkan setiap 1 minggu sekali dan letakkan di tempat yang terkena matahari langsung selama 2-3 minggu.

Kaktus juga pantang kena air hujan berlebihan. Agar kaktus tampil prima perlu dilakukan pemupukan 4 bulan sekali. Dan bila kaktus sudah terlalu besar atau sebaliknya lambat pertumbuhannya, lakukan pemangkasan akar atau ganti medianya.

Manfaat kaktus bagi masyarakat ternyata sangat beragam. Berbagai jenis kaktus telah lama dimanfaatkan manusia sebagai sumber pangan, salah satunya adalah Opuntia. Spesies ini banyak dikultivasi untuk diambil buah dan batang mudanya.

Buah Opuntia banyak diolah menjadi selai. Sementara itu, batang muda Opuntia yang dikenal sebagai nopalitos dikuliti dan digoreng, dikukus, atau diolah menjadi acar dalam cuka asam-manis.

Sekarang ini, Opuntia juga masih dimanfaatkan sebagai pakan ternak, kosmetik, dan obat-obatan. Dulunya, ada juga spesies kaktus Carnegiea gigantean, yang dimanfaatkan sebagai bahan dasar tepung untuk pembuatan roti.

Namun tepung ini sudah tidak lagi dimanfaatkan karena masyarakat lebih menyukai tepung dari jagung. Sementara bagian akar berkayu ataupun pembuluh vaskular yang mengandung lignin dari kaktus, juga dimanfaatkan sebagai bahan bangunan dan bahan bakar.

Yang menarik dan unik, saat ini dengan makin tingginya kesadaran masyarakat tentang arti penting menjaga lingkungan, terjadi pergeseran kebutuhan akan tanaman kaktus. Hampir semua yang berlabel hijau dan berbau ramah lingkungan, laris manis diburu orang.

Tak mau ketinggalan, urusan pernikahan pun ikut-ikutan mencantumkan label hijau. Begitu pula dengan kaktus, ternyata dapat pula menjadi andalan produk suvenir hijau, baik untuk pernikahan maupun perusahaan yang mengampanyekan isu penyelamatan global.

Biasanya yang sering dijadikan untuk souvenir adalah kaktus mini, dengan tinggi tanaman sekitar 6-8 cm. Panjang masing-masing tunas 3-4 cm. Kaktus ini terkenal unik, cantik,look fresh, cocok untuk ditaruh di atas meja kerja,tamu dan ruangan indoor atau outdoor dan juga souvenir.

Macam-macam alasan orang memilih tanaman sebagai suvenir pernikahan. Lucu atau sekadar ingin sesuatu yang berbeda. Mereka yang lebih idealis meyakini suvenir tanaman sebagai sebentuk keterlibatan pada usaha pelestarian bumi, entah seberapa kecil sumbangsih itu.

Dan ternyata, kecenderungan ini ditangkap pelaku bisnis dan penjual tanaman hias. Sekarang banyak tersebar penyedia layanan suvenir tanaman mini. Bahkan penjual kaktus mini ini bisa menjual ribuan pot per bulan. dengan beragam paket suvenir dalam harga Rp 2.750 hingga Rp 7.750.

Anda tertarik untuk ikut membudidayakannya? Yang pasti, peluangnya sangatlah terbuka lebar, mengingat di Indonesia, tanaman ini juga bisa tumbuh subur. Budidaya kaktus mini ini bisa menjadi peluang usaha buat Anda.

Silahkan  baca artikel rekomendasi dari saya DISINI

1 komentar: